Kotabaru Siap Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

Kotabaru Siap Jadi Kawasan Ekonomi Khusus

Kotabaru [22 April 2009]

 

Sebanyak 22 provinsi siap menjadi kawasan ekonomi khusus.  Salah satunya adalah Kalimantan Selatan (Kalsel).  Deputi Bidang infrastruktur dan Pembangunan Kawasan Menko Perekonomian Bambang Susantono mengungkapkan, selain kalsel, provinsi lain yang telah mengajukan dirinya adalah Sumut, Riau, Kepri, Babel, Bengkulu, Sumsel, Banten, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DIY dan Jatim. Selain itu adalah Kalbar, Kaltim, Sulsel, Sulteng, Sulut, Sultra, Maluku, Papua Barat dan Papua, " kata Bambang di Jakarta, selasa (21/4).

Ditegaskan Bambang, provinsi tersebut harus mampu memenuhi kriteria termasuk dari sisi lokasi.  Ia tidak ingin masalah mandeknya kawasan ekonomi terpadu (kapet) terulang pada KEK.  "Ada 13 kapet.  Yang berhasil tiga atau empat kapet saja," ucapnya.  Menurut Bambang, salah satu penyebab kapet kurang berkembang adalah pemilihan lokasi yang kurang pas.  Selain itu, faktor manajemen pengelola kapet turut menentukan keberhasilan.  Dia menjelaskan RUU KEK yang masih dibahas di DPR, akan menjadi payung hukum.  Diharapkan RUU bisa disahkan pada Oktober-November 2009, disusul penerbitan peraturan pemerintah.

Salah satu KEK yang sudah berjalan adalah kawasan Batam Bintan Karimun (BBK) sejak 1 April 2009.  "Dari pantauan masih banyak kekurangan.  Kita sudah kirim surat saran untuk badan pengusahaan BBK," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Muhammad Lutfi.

Informasi yang diperoleh BPost adalah Pemkab Kotabaru yang menyatakan kesiapannya itu.  "Kita sudah siapkan lahannya di Kecamatan Pulau Laut Barat sekitar 2.000 hektare,"  kata Kepala Bappeda Kotabaru, M. Anshar Nur.   Rencananya, kawasan itu dijadikan pelabuhan ekspor batubara dan agro industri.  "Tidak hanya Pemkab yang mendapat pemasukan tetapi kesejahteraan masyarakat akan mengalami peningkatan," kata Anshar.

Kotabaru memiliki luas 9.538,9 kilometer persegi.  Sebagian besar wilayahnya adalah perairan.  Di kabupaten itu sudah ada sejumlah pelabuhan tetapi milik swasta seperti PT Arutmin Indonesia, PT Indocement Tunggal Prakarsa, dan Indonesia Bulk Terminal (IBT) Mekar Putih.   Sedangkan kecamatan Pulau Laut Barat memiliki luas 398,82 kilometer persegi.  Dari pusat kota, harus melalui jalur darat sekitar 95 kilometer.  Sedangkan melalui jalur perairan sejauh 99 mil.

Meski pemkab menyatakan kesiapannya, Karo Ekonomi Setdaprov Kalsel Arbainsyah mengatakan masih perlu pembahasan mendalam.  "Saya sendiri belum jelas, jadi belum bisa memberikan penjelasan mengenai hal itu.  Kita akan bahas dengan instansi terkait," katanya.  Sedangkan Gubernur Rudy Ariffin membenarkan adanya rencana itu.  "Realisasinya belum disiapkan.  Akan dikonsultasikan dulu dengan pemerintah pusat," ujarnya via pesan singkat ponsel.  (hh/iid/nda/dtf)


Sumber:  Banjarmasin Post, 22 April 2009

Total hits : 3620

Berita Pilihan

  • Pulau Samber Gelap
    pulau Samber Gelap (tampak bangunan Mercu Suar) Lokasi pulau dari ibukota Kabupaten Kotabaru hanya menempuh waktu 2 (dua) jam perjalanan menggunakan s...
  • Rencana Taman Kota (RTH Suryagandamana)
    Potret lokasi RTH Suryagandamana dari angkasa Mesjid Agung - Jalan Suryagandamana - Gunung Sebatung Rencana Pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau Jl. Su...
  • Pertemuan Triwulanan Forum CD-CSR Kabupaten Kotabaru
    Kamis (7/10) diselenggarakan Pertemuan Triwulanan CD-CSR Kabupaten Kotabaru 2011-2015 bertempat di Aula Hotel Grand Surya yang dihadiri oleh perusahaa...