Pencanangan Wajar 12 Tahun bersama Mendiknas RI

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

Pencanangan Wajar 12 Tahun bersama Mendiknas RI

 

Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menyatakan angkat topi kepada para kepala sekolah yang sanggup menghimpun dana dari masyarakat lewat sumbangan tidak mengikat sehingga sekolahnya maju, makmur dan menghasilkan lulusan yang berkualitas.

Dia mengatakan hal itu saat mendeklarasikan tuntas wajib belajar 9 tahun dan mencanangkan wajib belajar 12 tahun, sekaligus meresmikan SMK Negeri 2 Kotabaru, di lapangan Siring Laut, Kotabaru, Rabu (03/6).

Namun, lanjut Mendiknas, sumbangan tidak sama dengan pungutan. "Kalau sekolah melakukan pungutan kepada peserta didik atau orang tua murid, itu dilarang. Tapi, kalau menerima sumbangan dari siapa pun, boleh saja. Saya tidak mengharamkan sekolah menerima sumbangan," katanya.

Menteri yang ahli akuntansi ini menjelaskan, pungutan sudah ditetapkan besarannya dan saat membayarnya. Kalau sumbangan, tidak ada ketentuan besar kecilnya, dan menyerahkannya pun bisa kapan saja.

Karena itu, dia tidak menyalahkan sekolah yang menerima sumbangan. "Kepala sekolah yang tidak melakukan pungutan, adalah taat pada peraturan. Namun, kalau kepala sekolah bisa menghimpun dana dari masyarakat melalui sumbangan sehingga sekolahnya maju, itu adalah arif dan bijaksana," ucap Bambang.



 SMK Negeri 2 yang terletak di desa Stagen (10 km dari Kotabaru)

 

Karena itu, dia memuji kepala sekolah yang penuh inisiatif dan kreatif dalam memajukan sekolahnya. "Pak Bupati, kalau di Kotabaru ada kepala sekolah yang seperti ini layak diberi penghargaan. Jangan cuma dikasih laptop, kasih dia Kijang Innova," kata Mendiknas, yang disambut tepuk tangan hadirin yang sebagian besar para guru dan siswa berbagai sekolah di Kotabaru.

"Jadi, kalau ada masyarakat yang mau menyumbang sekolah, ya jangan ditolak. Insya Allah tidak masuk neraka kalau menerima. Tapi, untuk masuk surga, saya tidak menjamin. Karena untuk masuk surga harus ada ketentuan-ketentuan agama yang harus dilaksanakannya," kata Mendiknas berseloroh.

Menteri yang juga Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga memberikan apresiasi kepada Bupati Kotabaru, Sjachrani Mataja, yang bisa menuntaskan wajib belajar (wajar) 9 tahun dan melaksanakan wajar 12 tahun di daerahnya. "Wajib belajar atau pendidikan gratis 9 tahun itu adalah amanat UUD 1945, Undang-Undang Sisdiknas, dan peraturan-peraturan lain dibawahnya yang wajib dilaksanakan seluruh daerah dan masyarakat," ujarnya.

Namun demikian, sambungnya, apa saja yang digratiskan dalam pendidikan sudah diatur oleh Pemerintah. "Jadi gratis disini bukan menurut persepsi masyarakat. Kalau menurut ketentuan masyarakat, nanti semua minta digratiskan. Seragam sekolah, sepatu, sarapan pagi, ongkos transportasi, semua minta digratiskan. Karena itu, batasan-batasan pendidikan gratis ini sudah diatur oleh Pemerintah," jelasnya.

Sebelumnya, Bupati Kotabaru, Sjachrani Mataja melaporkan, sejak tahun 2007, Pemkab Kotabaru sudah melaksanakan wajar 12 tahun atau pendidikan gratis untuk pelajar SD hingga SMA/Sederajat.

Sejak tahun 2008, Pemkab Kotabaru dengan dukungan DPRD setempat mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBD. Insya Allah, jika tahun depan APBD Kotabaru meningkat, alokasi untuk anggaran pendidikan ini kami naikkan lagi," kata Bupati.

Acara yang dihibur sendratari kolosal bertema pendidikan itu juga dihadiri beberapa Dirjen di lingkup Depdiknas, staf Mendiknas, Muspida Kotabaru, Kepala Dinas Pendidikan Kalsel Humaidi Sukri, sejumlah pejabat, ulama dan tokoh masyarakat Kotabaru.

 

 

 

Total hits : 3188

Berita Pilihan

  • Pulau Samber Gelap
    pulau Samber Gelap (tampak bangunan Mercu Suar) Lokasi pulau dari ibukota Kabupaten Kotabaru hanya menempuh waktu 2 (dua) jam perjalanan menggunakan s...
  • Rencana Taman Kota (RTH Suryagandamana)
    Potret lokasi RTH Suryagandamana dari angkasa Mesjid Agung - Jalan Suryagandamana - Gunung Sebatung Rencana Pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau Jl. Su...
  • Pertemuan Triwulanan Forum CD-CSR Kabupaten Kotabaru
    Kamis (7/10) diselenggarakan Pertemuan Triwulanan CD-CSR Kabupaten Kotabaru 2011-2015 bertempat di Aula Hotel Grand Surya yang dihadiri oleh perusahaa...