Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan Stunting di Kabupaten Kotabaru Tahun 2019

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan Stunting di Kabupaten Kotabaru Tahun 2019

 

Rapat Koordinasi Percepatan Pencegahan Stunting di Kabupaten Kotabaru Tahun 2019


 

Guna menindaklanjuti surat dari Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor: 444/864/KM.1/DINKES I Banjarbaru tanggal 21 Februari 2019 perihal Konvergensi Percepatan Pencegahan Stunting Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2019, Bappeda Kotabaru mengundang para SKPD terkait untuk membahas pencegahan stunting di Kabupaten Kotabaru. Rapat ini dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kesra dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Kotabaru, Bapak DR. drg. Cipta Waspada, M.Kes. SKPD terkait lainnya yang diundang adalah Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertanahan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas KBPPPA, dan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Kotabaru.

 

Stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir (1000 hari pertama hidup) yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun. Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Penelitian Ricardo dalam Bhutta (2013) menyebutkan balita stunting berkontribusi terhadap 1,5 juta (15%) kematian anak balita di dunia dan menyebabkan 55 juta anak kehilangan masa hidup sehat setiap tahun.

 

 

Penyebab utama stunting adalah rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. Faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga berkontribusi pada kasus anak stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik. Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak. Hasil Riskesdas 2013 menyebutkan kondisi konsumsi makanan ibu hamil dan balita tahun 2016-2017 menunjukkan di Indonesia 1 dari 5 ibu hamil kurang gizi, 7 dari 10 ibu hamil kurang kalori dan protein, 7 dari 10 Balita kurang kalori, serta 5 dari 10 Balita kurang protein.


Faktor lainnya yang menyebabkan stunting adalah terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi. Selain itu, rendahnya akses terhadap pelayanan kesehatan termasuk akses sanitasi dan air bersih menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan anak.


Untuk mencegahnya, dianjurkan untuk memperbanyak makan makanan bergizi yang berasal dari buah dan sayur lokal sejak dalam kandungan. Kemudian diperlukan pula kecukupan gizi remaja perempuan agar ketika dia mengandung ketika dewasa tidak kekurangan gizi. Selain itu butuh perhatian pada lingkungan untuk menciptakan akses sanitasi dan air bersih.


Oleh karena itu diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk mensukseskan percepatan pencegahan stunting di Kabupaten Kotabaru. Tiap SKPD yang diundang dipandang memiliki andil yang tidak kecil dalam upaya ini. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang serta Dinas Perumahan Rakyat Permukiman dan Pertanahan merupakan SKPD teknis yang berkontribusi terhadap terciptanya kondisi lingkungan sehat dan sanitary yang sebagaimana dibahas sebelumnya diatas juga berkontribusi dalam pencegahan stunting di Kabupaten Kotabaru.

 

Total hits : 77

Berita Pilihan

  • Pulau Samber Gelap
    pulau Samber Gelap (tampak bangunan Mercu Suar) Lokasi pulau dari ibukota Kabupaten Kotabaru hanya menempuh waktu 2 (dua) jam perjalanan menggunakan s...
  • Rencana Taman Kota (RTH Suryagandamana)
    Potret lokasi RTH Suryagandamana dari angkasa Mesjid Agung - Jalan Suryagandamana - Gunung Sebatung Rencana Pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau Jl. Su...
  • Pertemuan Triwulanan Forum CD-CSR Kabupaten Kotabaru
    Kamis (7/10) diselenggarakan Pertemuan Triwulanan CD-CSR Kabupaten Kotabaru 2011-2015 bertempat di Aula Hotel Grand Surya yang dihadiri oleh perusahaa...