Program Kotaku Kegiatan Skala Kawasan 2019

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

Program Kotaku Kegiatan Skala Kawasan 2019

 

 Program Kotaku Kegiatan Skala Kawasan 2019


 

Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) adalah program peningkatan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di kawasan kumuh perkotaan untuk mendukung terwujudnya permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan.

 

Tujuan Program

1.  Menurunkan luas permukiman kumuh;
2. Mewujudkan kolaborasi penanganan kawasan kumuh dari berbagai stakeholder;
3. Menyediakan infrastruktur permukiman.


Sasaran Program

1.  Meningkatnya akses masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan perkotaan pada permukiman  permukiman kumuh sesuai dengan kriteria permukiman kumuh yang ditetapkan (drainase; air bersih/minum; pengelolaan persampahan; pengelolaan air limbah; pengamanan kebakaran; Ruang Terbuka Publik);
2. Menurunnya luasan permukiman kumuh karena akses infrastruktur dan pelayanan perkotaan yang lebih baik;
3. Penerima manfaat puas dengan kualitas infrastruktur dan pelayanan perkotaan di permukiman kumuh.


 

Pendekatan Penanganan Permukiman Kumuh Skala Kawasan

Dukungan untuk peningkatan kualitas jaringan infrastruktur primer, sekunder dan pengembangan kawasan serta pembangunan infrastruktur penghubung/konektivitas jaringan tersier dan tingkat rumah tangga dengan infrastruktur primer/sekunder yang diidentifikasi dalam Dokumen Rencana Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh Perkotaan Kabupaten Kotabaru. Pekerjaan fisik dilaksanakan secara Kontraktual melalui Tender Jasa Konstruksi, sedangkan supervisi dilaksanakan oleh Technical Management Consultant (TMC).

 

Nama Kawasan Kecamatan Desa/Kelurahan Lokasi Kumuh Tema Kawasan Alasan

Kawasan Pesisir

(Kawasan Kusir)

Pulau Laut Utara
  • Rampa (RT 1 s/d 18)
  • Dirgahayu (RT 17,22,16)
  • Semayap (RT 1,2,15,16,17,19)
Penataan Kawasan Permukiman Wisata Nelayan (Suku Bajo)
  • Kesamaan Tipologi
  • Jarak yang berdekatan
  • Batas administratif yang jelas
  • Keterpaduan penanganan kawasan

Kawasan Pusat Kota

(Kawasan pusaka)

Pulau Laut Utara
  • Kotabaru Tengah
  • Kotabaru Hulu
  • Dirgahayu
  • Semayap
Penataan Kawasan permukiman “mix used”  berorientasi pada wisata
  • Kesamaan tipologi
  • Jarak yang berdekatan
  • Batas administratif yang jelas


Pemerintah Kabupaten Kotabaru sebagai nakhoda pembangunan, memiliki peran yang sangat penting, karena pemerintah kabupaten memiliki perangkat untuk melaksanakan pembangunan juga menjalin kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya untuk bersama membangun daerahnya. Pemerintah sebagai nakhoda dalam mendukung dan mencegah kekumuhan, maka perlu dukungan semua pihak baik dari SOTK, CSR, Dana Desa, dan lain-lain. Peran Pemerintah Daerah sebagai nakhoda yang memegang kunci dalam mengarahkan dan mensinergikan segala bentuk kolaborasi antar pihak untuk pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh, terutama masyarakat sebagai subyek pembangunan yang aktif.

 

 

Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Kotabaru sangat berperan aktif sebagai Nahkoda dalam hal penanganan kumuh, baik skala lingkungan maupun skala Kawasan,. Seperti kegiatan expose masterplan pasar ikan kemakmuran pada tanggal 19 Nopember 2019, yang merupakan rangkaian dari kegiatan skala Kawasan . Sebagaimana diketahui prioritas penanganan kegiatan skala Kawasan adalah Kawasan Pesisir yang semuanya diintegrasikan dari desa Rampa, Pasar ikan Kemakmuran, Dermaga 4 serangkai dan Kawasan Wisata Siring Laut. Bapak Bupati Kotabaru H. Sayed Jafar Al-Idrus, S.H. menegaskan bahwa kedepannya Kawasan ini harus terealisasi semua, sehingga Kotabaru sebagai destinasi wisata akan terwujud, Beliau juga menyampaikan bahwa Kawasan wisata di pusat perkotaan ini akan menjadi daya Tarik tersendiri bagi Kabupaten Kotabaru, karena dari ke 4 kawasan yang diintegrasikan ini memiliki ciri khas masing-masing disetiap kawasannya.

 

 

Dalam Pertemuan Lanjutan Koordinasi Percepatan Skala Kawasan di Kantor Bappeda Kotabaru pada tanggal 20 November 2019, Tim Perencana dalam hal ini adalah Tim dari Universitas Hasanuddin Makasar menjelaskan bahwa kawasan pesisir sangat berperan penting dalam kemajuan wisata Kotabaru ke depannya, karena selain dapat mengatasi masalah kekumuhan di desa Rampa, kita juga mendapatkan destinasi wisata baru di wilayah perkotaan.

 

 

Total hits : 19

Berita Pilihan

  • Pulau Samber Gelap
    pulau Samber Gelap (tampak bangunan Mercu Suar) Lokasi pulau dari ibukota Kabupaten Kotabaru hanya menempuh waktu 2 (dua) jam perjalanan menggunakan s...
  • Rencana Taman Kota (RTH Suryagandamana)
    Potret lokasi RTH Suryagandamana dari angkasa Mesjid Agung - Jalan Suryagandamana - Gunung Sebatung Rencana Pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau Jl. Su...
  • Pertemuan Triwulanan Forum CD-CSR Kabupaten Kotabaru
    Kamis (7/10) diselenggarakan Pertemuan Triwulanan CD-CSR Kabupaten Kotabaru 2011-2015 bertempat di Aula Hotel Grand Surya yang dihadiri oleh perusahaa...