
Alangkah beruntung sebuah kota yang disebut dalam sebuah lagu. Kota itu menjadi dikenal, bahkan terkenal, selain selalu dikenang oleh orang yang menyenangi lagu itu. Ingat larik "Tanjung Perak tepi laut," atau larik "Selamat tinggal Teluk Bayur permai," yang membuat kedua tempat itu bukan hanya berada di ujung lidah, tetapi juga berada pada salah satu sudut jantung. Sebuah kota atau tempat yang disebut dalam nyanyian seperti menjadi sangat layak untuk dikunjungi, bahkan mengundang rasa ingin ... selengkapnya

Sejak terdengar isu pulau Lerek-Lerekan diklaim masuk wilayah Sulawesi Barat, Pemerintah Kabupaten Kotabaru di Kalimantan Selatan mulai berusaha mempertahankan pulau itu sebagai bagian wilayah Kotabaru. Pulau Larek-larekan, yang oleh Pemerintah Kabupaten Kota Baru disebut pulau Lari-Larian, terletak di koordinat LS 03 drajat 32`53" dan BT 117 drajat 27`14" dengan panjang sekitar 340 meter dengan lebar sekitar 146 meter total luas sekitar 3,5 hektare. .... selengkapnya
Pendekatan pembangunan Kabupaten Kotabaru diarahkan kepada basis sumberdaya domestik (Domestik Resources-Based Economy), dimana reorientasi pendekatan pembangunan saat ini memerlukan diterapkannya pendekatan pembangunan wilayah yang berbasis sumberdaya domestik, yang mencakup sumberdaya dalam pengertian yang luas, yaitu sumberdaya fisik-alam, sumberdaya manusia, sumberdaya buatan, dan sumberdaya sosial ... selengkapnya
Untuk mengantisipasi dampak pengembangan wilayah secara umum, serta mengantisipasi kebutuhan air baku untuk air bersih, irigasi, dan industri di wilayah Kabupaten Kotabaru, maka perlu dilakukan pendataan/pemetaan penyebaran lapisan batuan pembawa air tanah (akuifer) yang dapat memberikan gambaran tentang kondisi air di bawah permukaan tanah, yang mana dapat diketahui dengan melakukan pengukuran Geolistrik Metode Tahanan Jenis.... selengkapnya
Persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berupa rawannya tingkat penyediaan beras nasional tiap tahun, karena tingkat produktivitas (produksi/ha) padi sawah varietas unggul generasi ‘ Revolusi Hijau’ seperti IR64, Ciherang, Cisokan dan sejenisnya, telah melandai. Sehingga teknologi budidaya apapun yang diberikan, karena potensi genetik produksi varietasnya sudah jenuh, dan peningkatan produksi/ha lebih lanjut sulit dicapai.