Ragam Informasi

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

Kajian Peningkatan Produktifitas Pertanian (2006)

Kajian Peningkatan Produktifitas Pertanian Dan Rencana Pembangunan Rice Milling Unit (RMU)

 

Pendahuluan

Persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini berupa rawannya tingkat penyediaan beras nasional tiap tahun, karena tingkat produktivitas (produksi/ha) padi sawah varietas unggul generasi ‘ Revolusi Hijau’ seperti IR64, Ciherang, Cisokan dan sejenisnya, telah melandai.  Sehingga teknologi budidaya apapun yang diberikan, karena potensi genetik produksi varietasnya sudah jenuh, dan peningkatan produksi/ha lebih lanjut sulit dicapai.   

Untuk meningkatkan kembali produktivitas yang sudah melandai, diperlukan varietas unggul berdaya hasil super tinggi, dengan dua strategi pengembangan yaitu  1) Padi hibrida, dan (2) Padi Tipe Baru (padi unggul).   Kabupaten Kotabaru selain melalui ekstensifikasi, peningkatan produksi dilakukan dengan peningkatan mutu intensifikasi, salah satunya dengan penanaman varietas adaftif berproduksi tinggi.

Dalam aspek Agroindustri dan Agrobisnis perberasan perlu diperhatikan aspek peningkatan hasil  dan mutu beras.  Manajemen perbaikan kualitas (Sistem Manajemen Mutu/SMM) terdiri dari aspek proses budidaya yang baik (Good Agriculture Practices/GAP), cara penanganan pascapanen yang baik (Good Handling Practices / GHP), cara prosesing penggilingan padi yang baik (Good Manufacturing Practices / GMP), dan pemasaran yang baik ( Good Retailling Practices / GRP ).

Tujuan dilaksanakannya  kajian adalah; (1) Mengidentifikasi potensi lahan budidaya padi di Kabupaten Kotabaru, (2) Mengenalkan dan menguji varietas/galur-galur padi sawah baru yang berproduksi lebih tinggi dari varietas yang sudah ada di Kabupaten kotabaru, (3) Mempelajari kelayakan usaha Rice Milling Unit (RMU) yang dapat di kembangkan di Kabupaten Kotabaru.

Penelitian ini menggunakan data primer dari Petani dan Pengusaha Penggilingan Padi Skala Kecil-Menengah di desa Teluk Mesjid wilayah Kecamatan Pulau Laut Timur, melalui pengenalan dan pengujian varietas / galur unggul (220 galur harapan IPB, dengan  potensi produksi melebihi 6 ton/ha) untuk memilih galur yang disukai petani dan meiliki potensi daya hasil tinggi di Kabupaten Kotabaru.



Hasil Penelitian

1. Galur introduksi menunjukkan produksi lebih superior dibanding varietas yang sudah biasa ditanam petani Kabupaten Kotabaru. Terdapat 18 galur yang memiliki potensi hasil lebih baik daripada varietas pembanding, dan 9 galur diantaranya memiliki potensi hasil lebih dari 6 ton/ha.

2. Upaya intensifikasi (penggunaan varietas adaptif, pemupukan berimbang, penggunaan pupuk organic, dan pengendalian tikus), dan ekstensifikasi perlu dilanjutkan.

3. Mutu beras hasil penggilingan padi yang ada hanya mampu untuk konsumsi masyarakat setempat (mutu sedang).  Untuk memenuhi beras berkualitas perlu diterapkan model agribisnis perberasan melalui penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) berbasis penggilingan padi yang dikelola Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani).

4. Hasil analisa kelayakan Finansial menunjukkan bahwa Rice Milling Unit (RMU) yang ada tidak layak dikembangkan.   Sedangkan RMU baru berkapasitas 10 ton per hari yang dikelola Gapoktan, secara Finansial layak dikembangkan.

 

 

Sumber :  Dokumen Kajian Departemen Agronomi Dan Holtikultura Fakultas Pertanian – Institut Pertanian Bogor, 2006

Total hits : 3272

Berita Pilihan

  • Pulau Samber Gelap
    pulau Samber Gelap (tampak bangunan Mercu Suar) Lokasi pulau dari ibukota Kabupaten Kotabaru hanya menempuh waktu 2 (dua) jam perjalanan menggunakan s...
  • Rencana Taman Kota (RTH Suryagandamana)
    Potret lokasi RTH Suryagandamana dari angkasa Mesjid Agung - Jalan Suryagandamana - Gunung Sebatung Rencana Pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau Jl. Su...
  • Pertemuan Triwulanan Forum CD-CSR Kabupaten Kotabaru
    Kamis (7/10) diselenggarakan Pertemuan Triwulanan CD-CSR Kabupaten Kotabaru 2011-2015 bertempat di Aula Hotel Grand Surya yang dihadiri oleh perusahaa...