Ragam Informasi

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

Penelitian dan Survey Identifikasi Air Tanah Kotabaru (2003)

Penelitian dan Survey Identifikasi Air Tanah Kotabaru
Kerjasama dengan Jurusan Geologi Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan


Pengukuran resistivitas dilakukan dilatarbelakangi oleh kebutuhan air bersih yang tidak mencukupi pada musim kemarau.

Metode Geolistrik Tahanan Jenis yang biasa digunakan untuk memetakan resistivitas bawah permukaan, digunakan untuk mendeteksi keberadaan saturasi air di bawah permukaan. Hal ini dimungkinkan karena lapisan tanah dan batuan yang berisi air sangat mudah mengalirkan alur listrik atau bersifat konduktif. Lapisan tanah konduktif biasanya memiliki harga resistivitas tertentu (berharga rendah). Dengan menampilkan penampang resistivitas bawah permukaan,dapat diprediksikan lapisan-lapisan tanah atau batuan yang tersaturasi air, yang mana cukup bermanfaat untuk memprediksikan lokasi dan kedalaman tempat eksploitasi air tanah.

Hasil pengolahan data hasil pengukuran di berbagai titik lokasi yang telah ditentukan sebelumnya memberikan kesimpulan sebagai berikut:

- Lokasi 1, Jl. Veteran s/d Jl. Brigjend. H. Hasan Basri.
Berdasarkan hasil pengukuran pada lintasan 1 s/d 6, resistivitas bawah permukaan didominasi oleh nilai resistivitas menengah (30Ωm - 100Ωm) sehingga disimpulkan bahwa lapisan bawah permukaan pada lokasi ini banyak mengandung air bersih.

- Lokasi 2, Jalan P. Kusuma Negara
Pada lokasi ini dibuat 1 penampang resistivitas yang secara umum memperlihatkan hasil yang hampir sama dengan lokasi 1. Nilai resistivitas menengah (30Ω - 100Ωm) masih mendominasi pada lokasi ini sehingga diprediksikan banyak mengandung air.

- Lokasi 3, Jl. Demang Leman
Nilai resistivitas tinggi mendominasi lokasi ini. Adanya koreksi topografi yang cukup besar mempengaruhi besarnya kedalaman aquifer (lapisan air tanah). Lokasi ini berada cukup tinggi dari lokasi 1 dengan koreksi topografi sekitar 5 – 25 m. Pada penampang resistivitas memperlihatkan bahwa umumnya pada lokasi ini tersusun atas litologi yang dominan non aquifer. Keterbatasan panjang lintasan pada lokasi ini memperngaruhi kedalaman yang didapatkan yaitu hanya sekitar 40 m di bawah permukaan. Lapisan aquifer dalam hanya dijumpai pada bagian bawah lintasan pengukuran.

- Lokasi 4, Jalan Panorama
Penampang resistivitasnya juga masih didominasi oleh nilai resistivitas tinggi yang diprediksikan sebagai lapisan batuan non aquifer. Lokasi ini berada cukup tinggi dari lokasi 1 dengan koreksi topografi sekitar ± 25 m. Nilai resistivitas menengah yang dijumpai umumnya menunjukkan aquifer dangkal, sedangkanaquifer dalmnya tidak terdeteksi akibat keterbatasan panjang lintasan pengukuri yang hanya mencukupi 2 titik sounding. Dari penampang hasil pengukuran dapat disimpulkan bahwa pada lokasi ini air tanahnya hanya dijumpai pada bagian atas saja (aquifer sekunder) dan dipengaruhi oleh musim, sehingga disimpulkan hanya sedikit mengandung air.

- Lokasi 5, Jl. Jenderal Sudirman

Dominasi air permukaan dijumpai pada lintasan ini, sedangkan kandungan air tanah dalamnya tyerdeteksi pada kedalaman di bawah 50 m, koreksi topografi yang cukup besar sehingga mempengaruhi kedalaman air tanah. Dari penampang resistivitas hasil pengukuran dapat disimpulkan bahwa pada lintasan ini mempunyai cukup banyak kandungan air tanah dalam.

Total hits : 2611

Berita Pilihan

  • Pulau Samber Gelap
    pulau Samber Gelap (tampak bangunan Mercu Suar) Lokasi pulau dari ibukota Kabupaten Kotabaru hanya menempuh waktu 2 (dua) jam perjalanan menggunakan s...
  • Rencana Taman Kota (RTH Suryagandamana)
    Potret lokasi RTH Suryagandamana dari angkasa Mesjid Agung - Jalan Suryagandamana - Gunung Sebatung Rencana Pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau Jl. Su...
  • Pertemuan Triwulanan Forum CD-CSR Kabupaten Kotabaru
    Kamis (7/10) diselenggarakan Pertemuan Triwulanan CD-CSR Kabupaten Kotabaru 2011-2015 bertempat di Aula Hotel Grand Surya yang dihadiri oleh perusahaa...