Ragam Informasi

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

Kajian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Terpadu Sungai Seratak

 Kesimpulan Hasil Kajian DAS Seratak adalah :


  1. Kuantitas Air atau debit air selama penelitian diperoleh data sejumlah 0,6 m3/det sampai 0,7 m3/det atau 600 sampai  dengan 700 liter/detik.
  2. Kualitas Air yang terdiri atas 3 parameter sifat fisik air rata-rata dibawah ambang batas standart baku mutu air, sedangkan sifat kimia air terdiri atas 26 parameter sifat kimia kualitas air juga dibawah ambang batas standart baku mutu, kecuali dua parameter yaitu BOD dan COD pada bagian hulu sungai, tengah maupun pada bagian hilir terlihat melebihi ambang batas standart baku mutu air sungai sesuai  dengan Peraturan Gubernur Provinsi Kal-Sel No 07 tahun 2007.
  3. Pelanggan Air Bersih melalui PDAM Kotabaru sejumlah 6.664 KK dengan kebutuhan air bersih 3.383.871 m3/tahun atau rata-rata 507,784 m3/KK/tahun sedangkan jumlah air sungai terbuang di DAS seratak 51.840 m3/hari atau 18.921.600 m3/tahun.
  4. Jika kondisi karakteristik DAS Seratak dapat dilestarikan dan kondisi curah hujan normal maka sumber air bersih untuk memenuhi keperluan penduduk atau pelanggan di Kotabaru dan sekitarnya dapat terlayani sejumlah 37.263 KK, jika pada musim kemarau dengan asumsi kondisi debit air sungai terendah 0,3 m3/det, maka hanya dapat terlayani pelanggan sejumlah 18.631 KK.
  5. Jika debit air di DAS seratak sebanyak 35% - 40% dimanfaatkan untuk pertanian, maka dapat diprediksi perkiraan areal pertanian yang dapat diairi seluas 1.067 ha sampai dengan 1.245 ha.
  6. Fungsi kawasan di DAS Seratak terdiri atas kawasan hutan lindung seluas 1.016,2 ha, dan areal pegunungan lain seluas 370,7 ha dengan kelerengan bervariasi dari 0 s/d 8% hingga 40%.
  7. Tingkat kekritisan lahan di DAS Seratak terdiri atasPotensial kritis 36.7 ha, agak kritis 870,9 ha dan Kritis 254,4 ha.

 
Saran-saran hasil Kajian DAS adalah :

 

  1. Kegiatan Pertanian, perikanan dan peternakan merupakan bagian yang harus dipertimbangkan sebagai bagian dari pengelolaan DAS terpadu.
  2. Arahan pengelolaan DAS terpadu yaitu fungsi kawasan/Areal di DAS Seratak secara vegetatif adalah rebiosasi pada kawasan hutan lindung, sedangkan pada areal  penggunaan lahan lain adalah penghijauan berupa  hutan kemasyarakatan dan hutan rakyat.
  3. Arahan pengelolaan DAS terpad yaitu berdasarkan fungsi kawasan/areal di DAS Seratak secara teknik sipil adalah DAM pengendali, DAM Penahan dan Gully Plug/Pengendali Jurang.
  4. Dalam rangka kelestarian fungsi DAS sebagai pengatur tata air yang diharapkan dapat mensuplai kebutuhan akan sumber daya alam air bersih di Kotabaru, maka sudah barang tentu peningkatan kegiatan aspek pertanian dan perikanan harus menjadi pertimbangan sebagai mata pencaharian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  5. untuk menormalkan BOD dan COD, agar diberikan perlakukan secara fisik melalui pengendapan pada kolam pengendapan tertentu dan juga dapat diberikan perlakuan dengan sifat kimia oleh PDAM setempat
  6. Agar dapat dibuat waduk penampungan air  untuk memperpanjang masa kesiapan air, juga dapat berfungsi sebagai penampungan air di DAS Seratak.

Total hits : 2404

Berita Pilihan

  • Pulau Samber Gelap
    pulau Samber Gelap (tampak bangunan Mercu Suar) Lokasi pulau dari ibukota Kabupaten Kotabaru hanya menempuh waktu 2 (dua) jam perjalanan menggunakan s...
  • Rencana Taman Kota (RTH Suryagandamana)
    Potret lokasi RTH Suryagandamana dari angkasa Mesjid Agung - Jalan Suryagandamana - Gunung Sebatung Rencana Pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau Jl. Su...
  • Pertemuan Triwulanan Forum CD-CSR Kabupaten Kotabaru
    Kamis (7/10) diselenggarakan Pertemuan Triwulanan CD-CSR Kabupaten Kotabaru 2011-2015 bertempat di Aula Hotel Grand Surya yang dihadiri oleh perusahaa...