Ragam Informasi

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

KAJIAN POTENSI KETERSEDIAAN AIR DI 9 (SEMBILAN) DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) PULAU LAUT (2011).

 

Dilaksanakan Kajian Potensi ketersediaan air di 9 (Sembilan) Daerah Aliran Sungaii (Das) Pulau Laut yang telah dilakukan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Kotabaru Tahun Anggaran 2011.

 

Adapun hasil penelitian tersebut adalah :

 

1.     Ketersediaan Sumberdaya Air (Debit Air) pada saat dilakukan kajian diperoleh debit air rata-rata sebagai berikut.

 

a.  DAS Berangas sebesar 0,053 m3/det atau 137.376 m3/bln

 

b.  DAS Teluk Mesjid/Sertaka Tengah sebesar 0,061m3/det atau 158.112 m3/

 

c.   DAS Sungai Limau sebesar 0,065m3/det atau 168.480m3/bln

 

d.  DAS Gedambaan sebesar 0,068 m3/det atau 176.256 m3/bln

 

e.  DAS Jupi sebesar 0,098m3/det atau 254.016m3/bln

 

f.    DAS Sebelimbingan sebesar 0,133m3/det  atau 344.736m3/bln

 

g.  DAS Sungup sebesar 0,357m3/det atau 925.344 m3/bln

 

h.  DAS Gemuruh sebesar 0,015 m3/det atau 38.88 m3/bln

 

i.    DAS Teluk Jagung sebesar tidak ada pengukuran

 

2.     Karakteristik DAS setiap kecamatan bervariasi sebagaimana berikut ini

 

a.  DAS di Kecamatan Pulau Laut Timur diperoleh bahwa pentupan lahan terdapat kegiatan pertanian dan persawahaan,  DAS masih didominasi oleh keriteria agak kritis.

 

 

b.  DAS di Kecamatan Pulau Laut Utara diperoleh bahwa hutan tanaman terdapat pada masing-masing DAS, kriteria kritis masih rendah luasannya dibandingkan dengan lahan dengan kriteria agak kritis dan potensial kritis.

 

 

c.   DAS di Kecamatan Pulau Laut Tengah diperoleh bahwa hutan tanaman dan hutan mangrove sekunder di DAS ini sejumlah 2.500ha atau 43% dari luas DAS ini, lahan dengan kriteria kritis ialah 2.296,4ha

 

d.  Kecamatan Pulau Laut Barat diperoleh bahwa tidak terdapat kawasan hutan,  lahan kritis pada kedua DAS ini seluas 890,4ha atau 68% dari luas keseluruhan DAS ini.

 

3.     Nilai Ekonomi Ketersediaan air

Berdasarkan asumsi kebutuhan rata-rata penduduk sebanyak 0.0003 liter/detik/jiwa dan kebutuhan rata-rata tanaman pertanian lahan kering 0,26liter/detik/ha, maka nilai ekonomi ketersediaan air setiap DAS ialah sebagai berikut.

 

a.  DAS Berangas untuk kebutuhan domestik sebesar 0,204liter/detik senilai Rp. 2,573.337/thn dengan jumlah penduduk 587 jiwa, sedangkan untuk pertanian sebesar 186,55liter/detik senilai Rp. 588.304.080/thn dengan luas lahan 717,50ha.

 

b.  DAS Teluk Mesjid/ Seratak  Tengah untuk kebutuhan domestik sebesar 0,264 liter/detik senilai Rp. 3.330.201/thn dengan jumlah penduduk 762 jiwa,  sedangkan untuk pertanian sebesar 66,716 liter/detik senilai Rp. 210.395.578/thn dengan luas lahan 256,6ha.

 

c.   DAS Sungai Limau untuk kebutuhan domestik sebesar 0,125liter/det senilai Rp 168.480.000/thn dengan jumlah penduduk 361 jiwa,  sedangkan untuk pertanian sebesar 15,141 liter/detik senilai Rp. 47.748.153/thn dengan luas lahan 58,234ha.

 

d.  DAS Gedambaan untuk kebutuhan domestik sebesar 0,375liter/det senilai Rp 4.731.750/thn dengan jumlah penduduk 1.081 jiwa,  sedangkan untuk pertanian sebesar 126,464liter/det  senilai Rp. 398.816.870/thn dengan luas lahan 486.

 

e.  DAS Jupi untuk kebutuhan domestik sebesar 0,371637liter/det senilai Rp 4.687.978/thn dengan jumlah penduduk 1.071jiwa, sedangkan untuk pertanian sebesar 277,368liter/det  senilai Rp. 874.707.725/thn dengan luas lahan 1.066,80ha.

 

f.    DAS Sebelimbingan untuk kebutuhan domestik sebesar 0,312liter/det senilai Rp 3.930.723/thn dengan jumlah penduduk 898jiwa, sedangkan untuk pertanian sebesar 258,96 liter/det senilai Rp. 816.656.256/thn dengan luas lahan 996,00ha.

 

g.  DAS Sungup Kiri untuk kebutuhan domestik sebesar 0,220liter/det senilai Rp 2.779.520/thn dengan jumlah penduduk 635jiwa,  sedangkan untuk pertanian sebesar 269,256liter/det senilai Rp.849.125.722/thn dengan luas lahan 1.035,60ha.

 

h.  DAS Gemuruh untuk kebutuhan domestik sebesar 0,18391liter/det senilai Rp 2.319.914/thn dengan jumlah penduduk 530jiwa, sedangkan untuk pertanian sebesar 6,968liter/det senilai Rp.21.974.285/thn dengan luas lahan 26,8ha.

 

4.     Arahan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL)

 

a.  DAS di Kecamatan Pulau Laut Timur perlu dilakukan kegiatan reboisasai pada kawasan hutan produksi dan hutan lindung, begitu juga perlunya dilakukan kegitan penghijauan pada kawasan budidaya.

 

b.  DAS di Kecamatan Pulau Laut Utara perlu dilakukan kegiatan reboisasai pada kawasan hutan  lindung, begitu juga perlunya dilakukan kegitan penghijauan pada kawasan budidaya.

 

c.   DAS di Kecamatan Pulau Laut Tengah perlu dilakukan kegiatan reboisasai pada kawasan hutan produksi dan hutan lindung, begitu juga perlunya dilakukan kegitan penghijauan pada kawasan budidaya.

 

d.  DAS di Kecamatan Pulau Laut Barat perlu dilakukan kegiatan penghijauan pada kawasan budidaya.

 

 

Beberapa saran dan masukan dari hasil Kajian ini adalah :

 

 

1.    Perlunya perhatian serius pemerintah agar sumberdaya air di DAS dapat terjamin kelestariannya.

 

2.    Perlunya  peran semua stakeholders untuk mengurangi kondisi tingkat kekritisan lahan tersebut di atas setidaknya  mempertahankan.

 

3.    Perlunya dilakukan pengelolaan DAS secara terpadu dengan melibatkan semua stakeholders.

 

4.    Perlunya dilakukan kegiatan RHL secara vegetatif dan atau mekanis sesuai fungsi kawasan.

 

5.    Penggunaan sumur bor perlu dipertimbangkan berdasarkan ketersediaan air bawah tanah, khususnya pada pemukiman padat penduduk.

 

6.    PT.Inhutani diharapkan melakukan kegiatan RHL dengan mempertimbangan hasil kajian ini dan tingkat kekritisan lahan serta priotas pengelolaan DAS untuk kepentingan ketersediaan air di Pulau Laut.

 

7.       Perlu dipertimbangkan pembuatan waduk penampungan air buangan pada bagian hilir DAS, dengan mengumpulkan dari beberapa DAS berdekatan sesuai dengan potensi ketersediaan airnya.

 

Demikian hasil penelitian ini di sampaikan sebagai bahan masukan

 

Total hits : 2213

Berita Pilihan

  • Pulau Samber Gelap
    pulau Samber Gelap (tampak bangunan Mercu Suar) Lokasi pulau dari ibukota Kabupaten Kotabaru hanya menempuh waktu 2 (dua) jam perjalanan menggunakan s...
  • Rencana Taman Kota (RTH Suryagandamana)
    Potret lokasi RTH Suryagandamana dari angkasa Mesjid Agung - Jalan Suryagandamana - Gunung Sebatung Rencana Pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau Jl. Su...
  • Pertemuan Triwulanan Forum CD-CSR Kabupaten Kotabaru
    Kamis (7/10) diselenggarakan Pertemuan Triwulanan CD-CSR Kabupaten Kotabaru 2011-2015 bertempat di Aula Hotel Grand Surya yang dihadiri oleh perusahaa...