Ragam Informasi

Beranda | Ragam | Wisata | Galleri Photo | Pengaduan | Database SKPD | Buku Tamu | Kontak Kami

Kajian Ekonomi Masyarakat Pesisir Kabupaten Kotabaru (2009)

pesisir pantai di kecamatan Pulau Laut Tengah kabupaten Kotabaru


Pendahuluan


Pendekatan pembangunan Kabupaten Kotabaru diarahkan kepada basis sumberdaya domestik (Domestik Resources-Based Economy), dimana reorientasi pendekatan pembangunan saat ini memerlukan diterapkannya pendekatan pembangunan wilayah yang berbasis sumberdaya domestik, yang mencakup sumberdaya dalam pengertian yang luas, yaitu sumberdaya fisik-alam, sumberdaya manusia, sumberdaya buatan, dan sumberdaya sosial.   

Program pengembangan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Kotabaru semakin strategis untuk masa yang akan datang oleh karena Kabupaten Kotabaru memiliki posisi geo-ekonomi dan geo–strategis yang sangat penting bagi daerah lainnya bahkan dikawasan regional antara lain akses perhubungan dengan pulau Jawa dan Sulawesi Selatan untuk mengembangkan kerjasama ekonomi regional antara daerah. 

Dengan demikian diperlukan suatu kajian dalam pendekatan perencanaan pembangunan untuk menentukan strategi dan kebijakan pembangunan ekonomi, yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, melalui pemanfaatan potensi sumberdaya ekonomi lokal terutama pada daerah pesisir.

Beberapa manfaat yang diharapkan melalui kajian ini adalah antara lain adalah; (1) Memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi sosial ekonomi wilayah pesisir di Kabupaten Kotabaru, (2) Meminimalisir hambatan yang bersifat teknis dan non teknis dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi wilayah pesisir, (3) Identifikasi potensi ekonomi masyarakat pada wilayah pesisir yang dikembangkan oleh masyarakat di Kabupaten Kotabaru, (4) Singkronisasi kebijakan pemerintah daerah untuk pengembangan ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Kotabaru, (5) Sustainability kegiatan perekonomian masyarakat pesisir pada wilayah pengembangan ekonomi di Kabupaten Kotabaru.


 

Hasil Penelitian


1.  Potensi ekonomi masyarakat pada wilayah pesisir cukup prospektif.
2.  Potensi sumberdaya manusia pada wilayah pesisir secara kuantitas cukup memadai, namun kualitas sumberdaya manusianya masih relatif rendah.
3.  Peranan lembaga ekonomi masyarakat pada wilayah pesisir belum berfungsi secara optimal.
4.  Nilai-nilai social capital dalam kehidupan masyarakat pesisir masih terpelihara dengan baik.
5.  Kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir relatif masih sangat tertinggal.
6.  Peranan dan dukungan infrastruktur dalam pengembangan ekonomi masyarakat pesisir belum optimal.    
7.  Sektor ekonomi potensial pada kawasan pesisir meliputi sektor perikanan, budi daya rumput laut, pariwisata pantai/laut, tanaman pangan dan sektor peternakan.
8.  Dukungan dan kesiapan masyarakat pesisir tehadap rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus sangat positif.
9.  Peranan pemerintah daerah dalam proses pengembangan ekonomi masyarakat pesisir masih merupakan driving factors.
10.  Efektivitas pemberdayaan ekonomi masyarakat belum optimal.


Rekomendasi Kebijakan


1.  Pembangunan kualitas sumberdaya manusia diperlukan strategi kebijakan pembanguan pendidikan terintegrasi dan holistik.
2.  Dukungan kebijakan pembangunan yang lebih fokus pada peningkatan kualitas infrastruktur perekonomian yang sesuai dengan kebutuhan wilayah.
3.  Pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) di wilayah Pulau Laut Barat membutuhkan kebijakan pemerintah yang komprehenship terutama yang terkait dengan tata ruang wilayah, kependudukan dan ketenagakerjaan serta perizinan usaha, dll.
4.  Keberadaan kawasan ekonomi khusus (KEK) memerlukan kebijakan pemetaan terhadap potensi sumbedaya alam dan kebutuhan integrated supporting facility terhadap pengembangan kawasan, seperti perencanaan/master plan pengembangan kawasan wisata bahari potensial.
5.  Kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir yang relatif tertinggal membutuhkan kebijakan dalam bidang pemberdayaan ekonomi, terutama dalam aspek kelembagaan untuk menigkatkan akses masyarakat dalam pemasaran komoditas yang dihasilkan.
6.  Kebijakan peningkatan capacity building masyarakat untuk merubah secara bertahap pola pikir dan pola hidup dalam prilaku hidup yang lebih baik dalam arti hidup lebih sejahtera dan lebih sehat.
7.  Pelestarian nilai-nilai social capital yang dimiliki oleh masyarakat pesisir memerlukan kebijakan maintenance policy for social capital agar modal sosial tetap eksis dan menjadi sumber kekuatan dalam proses pelaksanaan pembangunan.

 

Sumber:   Kajian Ekonomi Masyarakat Pesisir Kabupaten Kotabaru yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian Universitas Lambung Mangkurat bekerjasama dengan Bidang Statistik, IT dan Litbang Bappeda Kabupaten Kotabaru Tahun Anggaran 2009

Total hits : 5801

Berita Pilihan

  • Pulau Samber Gelap
    pulau Samber Gelap (tampak bangunan Mercu Suar) Lokasi pulau dari ibukota Kabupaten Kotabaru hanya menempuh waktu 2 (dua) jam perjalanan menggunakan s...
  • Rencana Taman Kota (RTH Suryagandamana)
    Potret lokasi RTH Suryagandamana dari angkasa Mesjid Agung - Jalan Suryagandamana - Gunung Sebatung Rencana Pembangunan RTH Ruang Terbuka Hijau Jl. Su...
  • Pertemuan Triwulanan Forum CD-CSR Kabupaten Kotabaru
    Kamis (7/10) diselenggarakan Pertemuan Triwulanan CD-CSR Kabupaten Kotabaru 2011-2015 bertempat di Aula Hotel Grand Surya yang dihadiri oleh perusahaa...