Bappeda Kabupaten Kotabaru

Kamis, 9 September 2010

30 Ramadhan 1431 H

Agenda Kegiatan

Daftar Lengkap

Habar Banua

Daftar Lengkap

Web Statistik

Total Pengunjung : 68461
Kunjungan Hari ini : 57
Pengunjung Sekarang : 4

Diperbaharui : 09-09-2010

 

Dana Untuk Pembangunan Jembatan Kotabaru

(Berita Daerah- Kalimantan) - Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sjachrani Mataja, menyatakan, pemerintah pusat harus menyisihkan dana sebesar Rp1 triliun untuk pembangunan jembatan Tanjung Ayun-Tarjun di Kotabaru.

"Karena pemerintah pusat telah menerima pendapatan yang cukup besar yang dihasilkan dari "Bumi Saijaan," kata Bupati Kotabaru, Jumat.

Sjacrani mengatakan, puluhan tahun yang lalu Kotabaru merupakan salah satu daerah penghasil devisa terbesar dari hasil kayu gelondongan/log.

Tidak hanya sampai di situ, kata Sjachrani, setelah kayu mulai habis, "perut bumi" Kotabaru kembali menghasilkan "emas hitam" batu bara.

Untuk mengeksploitasi batu bara di perut bumi Kotabaru, pemerintah pusat mengeluarkan sedikitnya empat perijinan tambang batu bara yakni, perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B).

Perusahaan yang mendapatkan ijin tersebut, di antaranya PT Arutmin Indonesia (AI) di Snakin, di Kelumpang Tengah dan PT Bahari Cakrawala Sebuku (BCS) di Pulau Sebuku.

Selain pasokan dari pemegang ijin PKP2B, jutaan metrik ton batu bara yang menghasilkan devisa juga diproduksi oleh puluhan perusahaan pemegang ijin kuasa pertambangan (KP) yang dikeluarkan pemerintah daerah.

Belum habis batu bara, kata dia, Kabupaten Kotabaru beberapa tahun terakhir juga mulai menghasilkan devisa baru dari sektor perkebunan kelapa sawit dan karet serta komoditi yang lain.

Selain sektor kehutanan dan pertambangan, Kotabaru juga memiliki beberapa komoditi yang telah menghasilkan devisa, seperti, hasil perikanan dan kelautan yang sempat menjadi produk unggulan daerah pada masanya.

Hal itu dibuktikan dengan berdirinya sebuah perusahaan asal negara "Matahari Terbit" Jepang, yakni, PT Misaja Mitra di komplek perikanan Kotabaru.

Selain itu, dua perusahaan tambang minyak dan gas bumi yang akan segera mengeksploitasi gas dan minyak di Blok Sebuku dan Blok Segiri di perairan Selat Makassar.

Sjachrani menegaskan, sudah sepatutnya pemerintah pusat mengalokasikan dana untuk pembangunan jembatan Tanjung Ayun-Tarjun yang panjangnya sekitar 3 km yang diperkirakan akan menelan dana sekitar Rp1 triliun.

"Banyak manfaat yang akan didapat dengan dibangunnya jembatan tersebut," jelas bupati.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, mendorong pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan pulau Kalimantan dengan Pulau Laut Kotabaru untuk segera direalisasikan.

"Jika pada periode mendatang saya kembali terpilih, pembangunan jembatan Tanjung Ayun-Tarjun akan menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur Kalsel," kata Rudy dalam satu kesempatan.

Gubernur mengatakan, ia akan kembali maju dalam Pilkada Kalsel 2010 setelah masa jabatannya sebagai Gubernur Kalsel bersama Wakil Gubernur Kalsel Rosihan NB berakhir pada 2010.

Menurut dia, terbangunnya jembatan Tanjung Ayun-Tarjun akan mampu memecahkan masalah ketertinggalan pembangunan Kabupaten Kotabaru terutama kawasan Pulau Laut yang terpisah dengan daratan Pulau Kalimantan.

Selain itu, mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat karena arus barang dan aktivitas perdagangan jauh lebih mudah dan diharapkan juga akan membuka lapangan kerja baru.

"Terus terang kita merasa iri, di Jawa ada jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya-Madura dan menurut informasi akan kembali dibangun jembatan yang sama menghubungkan Jawa-Sumatera," katanya.

Dengan demikian, Kalsel akan berjuang untuk mendapatkan proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan daratan Pulau Kalimantan dengan Pulau Laut.

(if/IF/ant)



Sumber : http://beritadaerah.com/news

Total hits : 125 | Tanggal Kirim : 15-02-2010

Kembali