(Berita Daerah - Kalimantan) - Kepala Cabang PT PLN Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) Wahidin Sitompul menyatakan, pada 2010 tidak akan ada lagi pemadaman yang disebabkan karena kekurangan daya pada pembangkit di PLN.
Pernyataan itu disampaikannya pada peresmian operasional mesin genset sewa di PLTD Sektor Barito Trisakti Banjarmasin, oleh Gubernur Kalsel Rudy Ariffin.
Menurut dia, dengan selesainya pemasangan mesin genset sewa sebesar 70 megawatt yang berada tiga tempat yaitu di Sektor Barito 20 megawatt, di seberang Sungai Barito 30 megawatt dan di Kapuas 20 megawatt, maka kekurangan daya akibat pembangkit sebesar 60 megawatt kini bisa teratasi.
"Kalaupun tetap terjadi pemadaman, biasanya karena gangguan alam seperti hujan deras, petir, angin atau tertimpa pohon," katanya.
Menurut dia, bantuan mesin genset sewa sebesar 70 megawatt merupakan bantuan yang luar biasa dari PLN pusat, karena dibanding daerah lain Kalsel yang terbesar.
Hal tersebut terjadi, kata dia, karena desakan dan lobi yang dilakukan oleh Gubernur Kalsel Rudy Ariffin ke pemerintah pusat hingga akhirnya Kalsel mendapatkan bantuan mesin genset 70 megawatt.
"Kalau provinsi lain paling hanya 20-30 megawatt saja, kalau Kalsel sampai 70 megawatt, ini sungguh luar biasa," katanya.
Dengan selesainya pemasangan mesin sewa genset tersebut, kata dia, Kalsel bukan hanya lepas dari pemadaman tetapi juga masyarakat bisa melakukan pemasangan baru aliran listrik.
Menurut Wahidin, akibat krisis listrik yang terjadi sejak beberapa tahun terakhir, pada 2008 PLN Kalsel-Kalteng terpaksa menyetop pemasangan sambungan baru.
Setelah itu pada 2009, PLN membuka pemasangan baru namun terbatas hanya 450 watt per pelanggan dan 2010 masyarakat bisa melakukan sambungan baru hingga 41 KVA atau 41 ribu watt bagi setiap pelanggan.
Sementara itu, kata dia, pada Februari 2011 PLTU Asam-Asam unit III dan IV dengan kapasitas 130 megawatt akan bisa dioperasikan.
Rencananya, kata dia, pada 20-30 Maret 2010 ini akan dilakukan tes masin oleh pabrik, untuk memastikan bahwa mesin yang akan di pasang di PLTU tersebut benar-benar dalam kondisi baik.
"Dengan adanya tes mesin tersebut, menunjukkan keberadaan mesin PLTU Asam-Asam Unit III dan IV saat ini memang benar-benar ada, tidak bohong-bohongan," kata Wahidin.
Pada kesempatan itu, gubernur menyambut gembira selesainya pemasangan mesin genset tersebut, diharapkan hal itu akan menjadi obat bagi masyarakat yang sejak bertahun-tahun menderita akibat pemadaman begilir.
"Saya mohon maaf kepada PLN bila selama ini sering marah-marah, bahkan sempat menggebrak-gebrak meja pada saat bertemu Direktur Utama PLN di Jakarta, karena krisis listrik di Kalsel," katanya.
Hal itu, kata dia, dilakukan bukan karena marah tetapi justru karena perhatian Pemprov Kalsel terhadap PLN, yang keberadaannya memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Setelah PLTU Asam-Asam selesai pada 2011, kata dia, diharapkan investasi dibidang kelistrikan akan terus berlanjut di Kalsel, bukan hanya oleh PLN tetapi juga swasta.
Dengan demikian, pada tahun-tahun mendatang daerah benar-benar siap untuk mengantisipasi perkembangan dan kemajuan investasi dan industri di Kalsel yang tentunya sangat tergantung dengan listrik.
(fb/FB/ant)
Sumber : http://beritadaerah.com/news